Selasa, 14 Mei 2013

Pengrajin Kaos Tim Bola (Bawen)


Berawal dari Disiplin
DISIPLIN dalam segala hal mengantarkan Hadi Suroso menjadi orang yang terbilang sukses. Anggota Pam Ops Kodam IV/ Diponegoro berpangkat Serka yang akrab disapa Hadi Bola selalu menekankan sikap tegas dan bertanggung jawab kepada anak asuhnya. Sejak dua tahun terakhir, pria yng memiliki satu anak tersebut mencurahkan segenap tenaga dan dana untuk kemajuan Persatuan Sepak Bola Kabupaten Semarang (Persikas).
Musyawarah Daerah (Musda) Persikas yang berlangsung di Gedung PIKK Tuntang Sabtu (15/ 7) yang memunculkan nama Wakil Bupati Hj Siti Ambar Fathonah menjadi Ketua Umum, membuatnya senang. ''Saya senang ada pejabat yang bersedia menjadi Ketua Umum Persikas. Semoga menjadi penyejuk dan semangat demi kemajuan Persikas,'' kata pria yang kini mengantongi ijazah wasit C1 Nasional tersebut.
Cukup SuksesSelama ini sekitar 20 pemain yang dibinanya cukup sukses dengan pola pendidikan disiplin militer yang diterapkannya. Namun Hadi Bola akan menarik semua pemain tersebut jika dalam kepengurusan Persikas hasil Musda masih ada oknum yang berorientasi mencari uang. ''Puslat Persikas akan saya ganti dengan nama Puslat Hadi Bola jika nanti masih ada oknum yang hanya mencari uang di Persikas. Sebab selama ini saya sudah berkorban membiayai dana latihan dan transportasinya. Entah ke mana dana dari pemerintah,'' tutur mahasiswa Fakultas Hukun Undaris Ungaran ini gemas.
Hadi sungguh prihatin dengan kondisi sepak bola di kabupaten ini. Pasalnya, banyak pemain hebat seperti Bambang Pamungkas dan Johan Prasetya justru pindah ke lain daerah. ''Persikas dahulu cukup disegani. Mulai kepengurusan baru mendatang harus lebih baik. Dan sekretaris umumnya harus orang yang benar-benar mengerti bola dan tidak mata duitan,'' tandas dia.
Hadi yang membuka usaha produksi pakaian olah raga dan perlengkapan sepak bola di Harjosari, Bawen tersebut juga memperhatikan anak asuhnya yang kurang mampu. Sebab, dia mengenang saat masih kecil dan remaja harus berjuang mati-matian untuk sekadar dapat melanjutkan sekolah.
''Saya beri uang saku kepada anak kurang mampu yang punya bakat bagus dalam sepak bola. Saya berharap dia menjadi pemain hebat,'' jelas Hadi yang kini mempunyai 25 karyawan di tempat usahanya itu. Pria yang ingin menjadi wasit FIFA tersebut berharap adanya kedisiplinan dan loyalitas pengurus serta pemain Persikas. (Rony Yuwono-16)

BAWEN,  -Pengrajin kaos tim bola kebanjiran order selama Piala Euro 2012 berlangsung. Bahkan untuk menyuplai permintaan yang meningkat 50 persen, pengrajin kaos pun lebih memprioritaskan membuat kaos bola dibandingkan melayani pembuatan kaos sekolah sepak bola (SSB).
"Kami lebih memprioritaskan pembuatan kaos bola sejumlah tim Piala Euro 2012, dibandingkan melayani kaos SSB," kata pemilik konveksi Hadi Bola Bawen, Hadi Suroso, Jumat (15/6).
Menurutnya, eforia kompetisi bola benua biru itu tidak semeriah kompetisi sebelumnya. Pada Euro 2008 lalu omzet kaos bola meningkat hingga 100 persen. Pihaknya menduga, menurunnya minat masyarakat untuk membela tim kesayangan mereka di Euro 2012 sedikit banyak dipengaruhi karena kurang solidnya kubu PSSI.
"Kondisi sepak bola Indonesia sedikit banyak berpengaruh pada pesanan kaos," tuturnya.
Selama tujuh tahun mengelola usaha konveksi pakaian olahraga, dirinya berusaha setia pada usaha tersebut karena pakaian olah raga lebih menjanjikan dibandingkan dengan membuat pakaian jenis lainnya. Hal itu dibuktikan, pada kondisi normal pesanan pasar lebih banyak dalam bentuk kaos klub, diantaranya Real Madrid, Barcelona, AC Milan, dan Juventus.
"Kami tetap bertahan dengan melayani kaos bola dan olahraga mengingat kaos olahraga tiga bulan sekali pasti berganti model baru, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan usaha lainnya," paparnya.
Ditambahkan Hadi, untuk musim Euro tahun ini, pihaknya telah memproduksi lebih kurang 1.000 kaos timnas calon finalis Euro 2012. diantaranya timnas Jerman, Spanyol, Italia, Belanda, Portugal, Inggris, Perancis, dan kaos tuan rumah Polandia serta Ukraina.